Tata Rias pengantin Solo Putri : Cengkorongan dan Paes

8:26 PM

Assalamualaikum,

Sudah seminggu ini saya absen posting artikel, ada yang kurang rasanya. Penyebabnya tidak lain dikarenakan kesibukan yang alhamdulillah bertambah di akhir pekan. Kali ini saya tidak akan membahas rias modern, buat review kosmetik atau ngomongin dandanan korea, hehehehe. Mungkin cah ayu masih ingat postingan tentang tata rias penganton solo putri yang sempat saya pecah menjadi dua yaitu tata rias dan tata rambut.



Tidak berasa sudah setahun lebih saya belajar rias tradisional, di antara kesibukan bekerja formal dan harus mencocokkan jadwal belajar dengan guru tata rias (yang super sibuk) memang agak membuat semangat saya terombang-ambing. Saya belum menyerah dan tidak akan menyerah, beruntungnya suami selalu mendukung sehingga program saya untuk belajar rias tradisional terus berlanjut (sesi curhat ceritanya, semangati saya dong cah ayu, hehehehe). Kali ini saya akan menulis tentang hiasan dahi pada pengantin Solo putri yang biasa disebut paes.

Paes. Made by me

Rias tradisional tampaknya masih sangat diminati oleh khalayak luas, kecintaan akan budaya rasanya harus terus ditanamkan kepada generasi muda karena jika acuh untuk mempelajarinya budaya adiluhung kita bisa terkikis. Termasuk dalam paes ini, paesnya sih tradisional tapi banyak juga yang mengerjakannya dengan cara modern seperti mengukur menggunakan penggaris yang seharusnya menggunakan jari, kemudian mengisi pidih dengan kuas padahal seharusnya dengan welat (alat khusus untuk memasang pidih, red: warna hitam pada paes). Menggambar paes tentunya tidak sembarangan tetapi ada ukurannya. Masing-masing bagian paes punya nama dan filosofi. Mari kenali lebih dalam mengenai bagian-bagian paes sebagai berikut:


  •  Gajahan
Ini adalah paes yang terletak di tengah dahi dan memiliki bentuk paling lebar. Bentuknya setengah bulatan ujung telur bebek.Jaraknya kurang lebih 3 jari di atas alis.


  •     Pengapit
Letaknya di kanan dan kiri gajahan.  Bentuknya ngudhup kantil. Cah ayu tahu kan bunga kantil? Iya, seperti itu, bunga kantil yang baunya wangi itu. Nah, ujung pengapit ini arahnya ke pangkal alis,. Kita tidak akan bisa menggambar pengapit sebelum menggambar penitis, jadi setelah menggambar gajahan yang harus digambar selanjutnya adalah penitis bukan pengapit, tetapi secara urutan pengapit ada terlebih dahulu setelah gajahan.


  •  Penitis
Penitis terletak di kiri dan kanan setelah pengapit. Bentuknya seperti setengah bulatan ujung telur ayam, ujung penitis mengarah ke sudut alis.


  • Godeg
Godeg letaknya di depan daun telinga kiri dan kanan, bentuknya sendiri adalah ngudhup turi. Turi di sini yang dimaksud adalah bunga turi yang biasa dimasak pecel itu.

Langkah Menggambar cengkorongan

Langkah awal, kita harus menggambar cengkorongan yang merupakan gambaran paes sebelum diisi pidih. Teknik menggambarnya sendiri sebagaimana yang saya sebutkan di atas adalah menggunakan ukuran jari. Gunakan jari telunjuk, tengah dan manis untuk menggambar cengkorongan.  

A.   Gajahan

1)    Dari pangkal alis diukur selebar tiga jari kea rah arah. Buat titik
2)    Tarik garis vertical dari titik tersebut menuju arah anakan rambut
3)    Ukur selebar 2 jari tangan di sebelah kiri dan kanan garis vertikal tersebut. Beri titik
4)    Buat garis segitiga bayangan dari tiga titik tersebut (kiri, kanan dan ujung)
5)    Gambar lengkungan melewati segitiga tersebut. Lengkungan berupa setengah bulatan ujung telur bebek.

B.   Penitis

1)    Dari pangkal gajahan ukur selebar 2 jari kiri dan kanan, beri titik sebut dengan titik x. Dari titik tersebut ukur selebar 2,5 jari tangan di kiri dan kanan kemudian beri titik, sebut titik y.
2)    Kembali ke ujung gajahan dimana dibuat garis vertical, ukur selebar 4 jari tangan dan beri titik. Titik ini ukurannya 1 ibu jari di atas alis, sebut titik z.
3)    Hubungkan titik x, y dan z membentuk lengkungan berupa setengah bulatan telur ayam.

C.   Pengapit

1)    Cari titik tengah antara pangkal gajahan dan penitis (sebut titik k)
2)    Area yang didapat antara titik k tersebut kembali dibagi dua (sebut dengan titik l dan m)
3)    Buat garis bayangan dari titik k dengan arah menuju pangkal alis dengan jarak lebih rendah 0,5 cm dari garis ang menghubungkan gajahan dan penitis, beri titik( sebut titik n).
4)    Hubungkan titik l, m dan n dan bentuk garis yang menyerupai ujung bunga kanthil.

D.   Godeg

1)    Dari pangkal penitis titik dilanjutkan 1 cm masuk ke dalam rambut (titik a)
2)    Dari tengah daun telinga ukur selebar dua jari tangan dan beri titik (titik b)
3)    Dari ujung bawah daun telinga ukur selebar satu ibu jari dan beri titik (titik c).
4)    Hubungkan titik a,b dan c.
5)  Buat lengkungan serupa di belakangnya dengan jarak 1 jari pada bagian pangkal, makin ke bawah makin kecil dan runcing menyerupai ujung bunga turi.

Jika cengkorongan yang dibuat sudah baik (mempertimbangkan bentuk dan sama tidaknya antara sisi kiri dan kanan) selanjutnya dilakukan pengisian pidih menggunakan welat yang biasanya terbuat dari logam (ada juga yang terbuat dari bambu). Kapan kita mengisi pidih yaitu setelah selesai membuat sunggar rambut. Untuk cara mengisinya dimulai dari bawah ke atas di mulai dari godeg kanan yang fungsinya menghindarkan tangan agar tidak terkena pidih. Ini adalah cengkorongan yang saya buat dan saya isi dengan pidih.

Cengkorongan

Paes

Bagaimana penilaian cah ayu? Sudah simetriskah?hehehehehe. Demikian sedikit cerita saya tentang membuat cengkorongan dan paes. Semoga bermanfaat. Salam cantik.

You Might Also Like

2 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images