Belanja Produk Lokal Memerdekakan Negeri Sendiri

8:46 PM



#MerdekaProdukIndonesia


Internet dan penggunaannya

Saya lahir di tahun 1980an dan menikmati masa tumbuh kembang sebagai generasi 90an, jaman itu seru sekali karena isinya cuma belajar dan bermain. Belum banyak hiburan seperti saat ini, saya ingat betul waktu itu masih suka melakukan korespondesi dengan sahabat pena untuk tahu apa saja yang terjadi di dunia luar sana.  Di jaman sekarang semua informasi didapatkan dengan cara yang mudah melalui internet. Saya mengenal internet di tahun 2003, jaman SMA tepatnya tetapi waktu itu pemakaian internet belum intens. Dengan meluasnya jaringan internet semakin banyak masyarakat yang melek informasi. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, pengguna Internet Indonesia sudah menyentuh 112 juta orang dan menduduki peringkat ke enam dunia. Chatting dan social media merupakan penggunaan internet terbesar di masyarakat Indonesia, selanjutnya dimanfaatkan untuk  melihat harga produk, mencari informasi lowongan pekerjaan, melakukan pembelian online dan melakukan transakasi perbankan.

E-commerce di Indonesia

Saat ini kita sudah tidak asing dengan istilah perdagangan online atau e-commerce. Perdagangan online ini memberikan banyak keuntungan bagi pihak pembeli maupun penjual. Secara garis besar e-commerce ini dibagi menjadi dua jenis yaitu martketspace dan marketplace. Marketspace lebih umum dikenal sebagai toko online  yang hanya melibatkan penjual dan pembeli sedangkan marketplace memfasilitasi banyak penjual yang menjual bermacam-macam komoditas. Saya kemudian melakukan survei kecil-kecilan, responden yang saya pilih memiliki rentang usia 20-40 tahun dan rata-rata berlatang belakang pendidikan diploma/sarjana. Saya memilih rentang usia 20-40 tahun karena usia tersebut adalah usia produktif konsumsi internet. Ternyata 9 dari 10 responden suka berbelanja online  dengan frekuensi paling sedikit satu kali dalam sebulan.

 
Survei Belanja Online

“Alasan yang paling banyak dilontarkan adalah dikarenakan harga produk yang murah, sedang masa promo, banyak diskon,  tidak perlu tawar-menawar harga, praktis, puas memilih bermacam-macam produk hingga alasan ingin mendapatkan barang yang unik.” 

Adapun kebanyakan barang yang dibeli adalah produk fashion dan keperluan rumah tangga. Dari survei tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian masyarakat sudah terbiasa  dengan belanja online karena memiliki banyak kelebihan.

Jika kita perhatikan banyak masyarakat beralih dari belanja konvensional menjadi online dikarenakan harga barang yang lebih murah untuk beberapa produk tertentu seperti barang fashion atau keperluan rumah tangga. Masalahnya kemudian bagaimana harga barang di pasar online bisa murah? Hal tersebut dikarenakan kebanyakan produk yang dijual lewat online adalah barang impor. Berdasarkan pengakuan dari sebuah marketplace online, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa produk e-commerce didominasi 90 persen dari impor, hanya 10 persen produk domestik. Terkait hal tersebut saya berada di antara rasa senang dan sedih, senang karena daya beli masyarakat semakin naik tetapi di satu sisi sedih karena produk luar masih menjajah konsumen dalam negeri. Jika produk dalam negeri tidak banyak digunakan oleh masyarakat tentu produksinya akan menurun yang berarti tenaga kerja akan berkurang. Hal tersebut akan menyebabkan dampak yang sangat luas terutama pada sektor ekonomi.  

Barang Impor yang murah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor barang konsumsi naik 14,7 persen dari 12,4 miliar dolar AS di 2016 menjadi 14,2 miliar dolar AS di 2017. Jika dibandingkan pada Januari 2017, pada Januari 2018 ada kenaikan impor 32,98 persen atau senilai 335,4 juta dolar AS.  Pasar e-commerce masih didominasi oleh barang impor karena masyarakat sendiri masih menginginkan barang berkualitas dengan harga murah. Negara asal barang impor dapat menekan harga karena memangkas biaya pengadaan komponen barang dan logistik. Oleh negara asal barang impor biaya logistik langsung dimasukkan dalam harga barang sehingga ongkos kirim murah seolah konsumen tidak dikenakan biaya pengiriman.

Kelemahan barang lokal
Sebetulnya apakah barang produksi dalam negeri itu tidak bagus? Dalam lima tahun terakhir ini produk-produk dalam negeri mulai bangkit tetapi masih ditemukan beberapa kendala dalam pemasarannya. Kendala yang sangat berarti adalah mengenai pengemasan produk. Banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang belum memahami pentingnya pengemasan yang menarik untuk sebuah produk. Di samping itu faktor kekurangtahuan UKM akan pemasaran melalui online membuat banyak produk UKM belum terserap oleh konsumen.  Pemerintah tentunya akan  membantu produksi lokal bangkit,  salah satunya dengan menargetkan sebanyak 8 juta UMKM akan "go online" di 2019. Pemerintah juga akan melakukan standardisasi kepada beberapa UMKM dengan begitu produk lokal juga akan mempunyai kualitas yang baik.

Munculnya Qlapa Market

Saya sendiri adalah pecinta segala sesuatu yang berbau tradisional, rasanya bangga ketika bisa menggunakan produk dalam negeri khususnya yang unik. Semasa kuliah di Yogyakarta saya senang sekali mengunjungi Pasar Beringharjo. Setiap kali ke sana bukan batik atau oleh-oleh makanan yang saya cari melainkan produk-produk unik seperti tas anyaman, sandal kayu, dekorasi rumah dengan nuansa etnik dan lainnya. Sekarang dengan ritme pekerjaan yang padat tentu saja saya tidak bisa sering-sering main ke sana. Pengalaman pencarian produk unik online menggiring saya ke Qlapa.com. Begitu masuk ke websitenya mata saya langsung dimanjakan dengan barang-barang yang unik dan cantik. Qlapa.com adalah sebuah website penjualan online yang berbeda dengan yang lain dikarenakan 3 (tiga) hal berikut:

1.    Qlapa.com adalah rumahnya produk handmade Indonesia.
2.    Qlapa.com adalah tempat menemukan produk bernilai untuk berbagai hal: hadiah, koleksi, dan lifestyle.
3.    Qlapa.com merupakan pusatnya produk handmade pilihan yang terkurasi. 

Barang yang ditawarkan di Qlapa mulai dari barang fashion pria dan wanita, peralatan rumah dan dekorasi, gadget dan peralatan, produk perawatan dan kecantikan hingga paket hadiah. Qlapa terus berupaya melawan derasnya produk impor dengan menyuguhkan  produk lokal yang berkualitas.

Akses Qlapa.com via smartphone


Pengalaman berbelanja di Qlapa Market

Saya sering melakukan pembelian kosmetik dan perawatan tubuh online. Biasanya saya membeli produk perawatan tubuh dari online shop tertentu, kualitas produknya bagus tetapi saya melihat beberapa kemasan produk kurang menarik. Kemudian saya mencoba membeli produk perawatan dari Qlapa.com, kali ini adalah pembersih muka merk Humprey. Produk yang saya beli sama sekali tidak mengecewakan, produk dikemas cantik bahkan kalau dibilang tidak kalah dengan produk perawatan serupa dari luar. Kualitas pembersih muka tersebut juga sangat bagus, harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal. Kita juga bisa membeli hadiah untuk seseorang yang spesial melalui Qlapa.com. Pokoknya praktis, lewat Qlapa kita akan mendapatkan produk-produk lokal yang berkualitas.

Tips Merdeka Produk Lokal

1.    Percaya diri menggunakan barang lokal
Siapa penggemar drama Korea? Saya kagum dengan orang Korea yang begitu bangga menggunakan produk mereka sendiri. Bisa dilihat dalam beberapa adegan drama digunakan barang-barang asli korea yang bahkan mereknya sudah mendunia mulai dari kosmetik, telepon selular hingga kendaraan bermotor. Mereka sangat pandai dalam mempromosikan barang lewat drama yang segmen pemirsanya luas. Jika cara promosi tersebut juga diterapkan terhadap produk lokal kita tentunya citra produk lokal akan semakin meningkat. Pada prinsipnya kita harus percaya diri memakai barang produksi dalam negeri. 

2.    Branding diri dengan produk lokal
Level selanjutnya setelah percaya diri adalah membranding diri dengan produk lokal. Mulailah menggunakan produk lokal dalam keseharian misalkan dalam penggunaan fashion items ( jam tangan, baju, sepatu dan tas). Selanjutnya gunakan media sosial untuk mempromosikan branding kita akan produk lokal tersebut.

3.    Mengalihkan penggunaan produk impor ke produk lokal secara bertahap
Hal ini dapat dicontohkan dengan mengalihkan penggunaan produk perawatan dan kecantikan yang biasanya berupa produk impor dengan produk lokal kemudian perlahan kita ganti penggunaan produk impor lainnya.

Nah, jika produk-produk lokal digemari tentu akan membangkitkan Usaha Kecil dan Menengah  yang berarti akan ada penyerapan tenaga kerja dan tentunya membuat masyarakat lebih sejahtera. 73 tahun Indonesia merdeka sudah seharusnya produk-produk lokal berjaya, hal ini akan terjadi jika kita mau peduli dengan produksi Anak Negeri . #MerdekaProdukIndonesia !

Sumber :

Artikel


You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

GENAYU

GENAYU
You are beautiful. Enhance Yours