Mengejar sukses Bersama ralali.com dengan Resolusi Bisnis 2019

10:20 PM


Bisnis Impianku, Tetap Produktif dengan hobi

Menjadi pekerja kantoran dengan pendapatan yang stabil di setiap bulannya dan jaminan di hari tua menjadi impian banyak orang, itulah posisi saya saat ini. Bergulat dengan data dan laporan terkadang membuat jenuh yang pada akhirnya membuat kreativitas seolah melambat. Kalau sudah seperti ini saya tidak mau berlama-lama dalam kejenuhan, biasanya segera mencari jalan keluar  agar dapat produktif kembali yaitu melalui penyaluran hobi. Berawal dari kesukaan terhadap dunia tata rias, saya mulai mengumpulkan kosmetik dan belajar untuk merias diri sendiri begitu seterusnya hingga tanpa saya sadari koleksi telah menumpuk. Bingung mau dikemanakan kosmetik yang menumpuk tersebut (mengingat kosmetik mempunyai tanggal kadaluarsa) akhirnya saya mempunyai ide untuk membuka jasa rias. Jangan tanya apakah langkah saya mulus untuk mewujudkan ide tersebut karena suami juga  mengingatkan bagaimana mungkin menjalaninya sedangkan saya sendiri adalah pekerja kantoran. Bukan saya kalau menyerah di awal, sebagai langkah pertama saya mengikuti beberapa kelas merias kemudian dari sana saya mendapat teman-teman yang sudah duluan berkecimpung dalam dunia tata rias.  Berbekal sedikit ilmu dan motivasi dari teman-teman dekat akhirnya saya memberanikan diri membuat blog yang khusus membahas mengenai kecantikan atau yang dikenal dengan beauty blog. Beauty blog yang saya buat ini menjembatani pertemuan saya dengan dunia tata rias sesungguhnya mulai dari endorse produk hingga akhirnya mempertemukan saya dengan beberapa maestro tata rias yang menjadi inspirasi untuk serius menggeluti dunia tata rias.

Resolusi Bisnis 2019 bersama ralali.com
sumber :dokumen pribadi

Pensiun Mau Apa? Langkah Nyata Agar Terus Bahagia

Saya dibesarkan oleh orang tua saya yang bekerja purna waktu. Bapak dan Ibu saya begitu mencintai profesinya sebagai pendidik, hingga tidak terasa di tahun ini Bapak akan memasuki usia pensiun. Mungkin dengan jaminan hari tua secara finansial akan tercukupi, tetapi ada hal lain yang selalu menjadi kegundahan Bapak yaitu kegiatan apa yang akan dikerjakan setelah pensiun nanti. Saat ini Beliau berangan-angan untuk kembali menekuni kecintaannya pada satwa khususnya burung dan unggas. Dari situ saya memahami bahwa bekerja sejatinya bukan hanya untuk uang melainkan kepuasan dan kebahagiaan  yang mungkin tidak dapat diukur dengan uang.  Beberapa orang yang bingung dengan apa yang akan dilakukan saat pensiun terlebih jika tubuh masih sehat. Saya pernah mendengar sebuah nasihat kurang lebih seperti ini:

Supaya tidak bingung mau apa setelah pensiun nanti ada baiknya bukalah usaha sedari dini

Jiwa bisnis sepertinya memanggil, saya berusaha mencermati betul nasihat tersebut. Gaji bulanan bukanlah jaminan untuk mencapai financial freedom dan kelapangan kita untuk membantu sesama karena umumnya gaji bulanan akan berputar untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri. Kapan mencapai financial freedom? Hal tersebutlah yang sangat memotivasi  untuk lebih serius memilih bisnis apa yang sesuai. Pilihan saya jatuh kepada hobi, karena saya percaya bahwa pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.

Sukses Sedari Muda (sebelum 35) why not? Jack Ma Sang Motivator

Jack  Ma yang sudah terkenal  seantero jagad sebagai CEO Alibaba adalah salah satu motivator saya, mengutip pernyataannya:

            “Jika kamu tidak pernah mencoba, bagaimana kamu tahu ada kesempatan”.

Beliau juga pernah menyampaikan bahwa jika kita belum sukses di usia 35, itu adalah karena salah kita sendiri.
(sumber : hipwee)

Buat saya patokan usia 35 adalah sebuah tantangan apakah di usia tersebut saya menjadi seseorang yang lebih sukses dari sekarang atau tidak. Faktor keberanian sangat dibutuhkan ketika kita akan terjun ke dunia bisnis, sekali lagi mengutip yang disampaikan Jack Ma:

Kalau kamu memang ingin melakukannya, coba saja. Kalau memang nanti semua tidak berjalan seperti yang kamu inginkan, kamu tinggal kembali ke hal yang kamu lakukan sebelumnya”.

Sumber : channelweb

Jack Ma menggabungkan jiwa bisnisnya dengan teknologi internet yang kala itu belum sebooming sekarang dan hasilnya….wow, jadilah Beliau CEO Marketplace besar yang sukses di dunia. Rasanya sudah cukup motivasinya, kurang apalagi selain mengambil langkah nyata, action is a must!

Semua Berawal dari Rencana #2019semakinsukses

Keseriusan saya untuk berbisnis sudah saya mulai sejak 2018 dengan membuka jasa rias profesional. Berbekal ilmu tata rias yang saya dapatkan dari beberapa maestro dan didukung dengan niat yang kuat,  saya membuka jasa rias bernama GENAYU, nama sama yang ambil dari nama blog saya.  Genayu dalam Bahasa Jawa dapat diartikan - supaya menjadi cantik, dapat pula diartikan merujuk pada gen sebagai sifat pembawa, yaitu - sifat pembawaan yang ayu.
Banyak tantangan yang saya rasakan di dalam bisnis jasa rias ini, klise namun tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus selalu saya evaluasi pelaksanaannya. Mumpung masih di awal tahun saya mempunyai beberapa rencana untuk menjalankan bisnis jasa rias sehingga lebih baik dari sebelumnya, rencana tersebut merupakan resolusi bisnis di tahun 2019. Sebetulnya apa sih arti dari resolusi itu sendiri, resolusi menurut KBBI adalah:

Putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal”.

Nah, kalau kita mengambil definisi di atas rasanya kurang sesuai dengan apa yang saya maksudkan, sehingga mengacu pada perluasan makna resolusi yang mengutip Kompasiana.com bahwa resolusi bisa berarti harapan yang sungguh-sungguh dari pribadi seseorang.

Resolusi bisnis di tahun 2019 saya meliputi beberapa hal, diantaranya:

1.    Menguasai bidang usaha

Penguasaan ilmu tata rias mejadi fokus saya saat ini, dengan berkembangnya media sosial membuat permintaan jenis tata rias menjadi berkembang. Make up Flawless, Bold atau tradisional menjadi banyak permintaan dari konsumen, tentu saja dengan banyaknya permintaan tersebut seorang perias harus semakin banyak menimba ilmu. Untuk menjadi profesional, saya memilih untuk mengikuti kursus pengantin tradisional. Selebihnya terkait tren make up yang dinamis saya mengikuti beauty class yang sering diadakan oleh Make Up Artist kenamaan dan masuk dalam jejaring grup media sosial perias di kota saya untuk mengikuti perkembangan dunia rias saat ini. Intinya adalah selalu membuka diri untuk setiap perkembangan/perubahan dan selalu tidak puas dengan ilmu yang didapat sehingga memiliki kemauan untuk terus belajar.
Meningkatkan kompetensi dengan mengikuti workshop
sumber : dokumen pribadi

2.    Lebih profesional dengan pengelolaan 3M

Untuk memulai bisnis yang pastinya diperlukan adalah 3M ini yaitu Money, Machine, dan Material.

Money
Uang digunakan untuk upgrade ilmu, membeli peralatan dan bahan-bahan make up sehingga perlu menyisihkannya sebagai modal usaha. Hal yang saya lakukan adalah dengan melakukan manajemen keuangan dengan memisahkan uang pribadi dan uang hasil merias. Uang yang saya dapatkan dari merias akan saya gunakan kembali untuk keperluan perningkatan bisnis jasa rias saya tanpa mengganggu uang pribadi.

Machine
Yang dimaksudkan disini adalah peralatan, sangat penting bagi seorang perias untuk memiliki peralatan sesuai perkembangan jaman misalnya adalah beauty case, ringlight, kuas dan lainnya. Peralatan yang dipunyai tentunya akan menunjang profesionalitas seorang perias.

Material
Yang dimaksudkan disini adalah kosmetik itu sendiri. Perias harus mempunyai pengetahuan mengenai bahan kosmetik dan melengkapinya sesuai kebutuhan, tidak harus mahal tetapi berkualitas karena modal bekerja di bidang jasa adalah kepercayaan. Bahan yang berkualitas tentunya akan memberikan hasil yang optimal sehingga memberikan kepuasaan pelanggan.
 
Melengkapi peralatan usaha sesuai perkembangan jaman
sumber : dokumen pribadi

Untuk memuluskan rencana bisnis saya di bidang rias, pengelolaan 3M ini harus dilakukan dengan baik yaitu mengutamakan kualitas.

3.    Menguasai pasar

Berbicara pasar, ini adalah pekerjaan rumah saya sejak tahun 2018 mengingat bisnis rias ini sangat bergantung pada selera individu. Untuk itu terkait rencana pendekatan pasar saya merencanakan untuk melakukan promosi melalui beberapa media:

a.    Media leaflet

Bisa dibilang media ini adalah media yang tidak terlalu difavoritkan dalam berjualan jasa rias, akan tetapi saya percaya metode menyebar leaflet ini masih efektif. Informasi yang padat dan jelas pada leaflet akan membantu pelanggan dalam mengenal usaha kita. Biasanya leaflet saya bagikan di tempat spesifik dengan pengunjung yang kebanyakan adalah remaja putri dan ibu-ibu, atau saya bagikan kepada pelanggan saya supaya dapat diinformasikan kepada kerabatnya yang lain.

Informasi yang padat dan jelas melalui leaflet
sumber: dokumen pribadi

b.   
Media sosial

Saat ini saya mempromosikan usaha rias menggunakan media sosial berupa Instagram dan facebook. Mengingat banyaknya pesaing di dunia rias karena saat ini sepertinya usaha rias ini sedang booming maka saya mencoba untuk memasukkan portfolio saya melalui akun media sosial berpengaruh yang mempunyai banyak follower. Beberapa kali mencoba teknik ini memberikan keuntungan kepada saya bahwa promosi usaha kita akan lebih efektif.

c.    Media influencer

Saya mencoba untuk membuat portfolio dengan beberapa influencer khususnya beauty blogger atau influencer lainnya yang memiliki follower banyak. Teknik ini saya gunakan untuk menjaring pengguna media sosial yang kebanyakan adalah milenial. Selebihnya saya membuka kerja sama dengan perias lainnya dalam hal make up dan hair do.

4.    Manajemen waktu yang lebih baik

Waktu adalah pekerjaan rumah terbesar saya mengingat pekerjaan utama saya adalah sebagai pekerja kantoran, membagi waktu untuk serius membesarkan usaha rias saya menjadi sebuah tantangan.  Peluang waktu libur di sabtu minggu serta jatah cuti kantor saya manfaatkan betul agar bisnis rias saya dapat berjalan lancar.
Manajemen waktu untuk bisnis yang lebih optimal
sumber: dokumen pribadi

5.   
Melakukan evaluasi

Evaluasi sangat penting bagi saya untuk mengetahui puas atau tidaknya pelanggan atas jasa rias saya. Biasanya saya akan memberikan survei berbasis google docs yang saya kirimkan via media sosial kepada pelanggan setelah menggunakan jasa saya. Masukan atau saran sangat berati sebagai umpan balik atas pelayanan saya sehingga saya dapat meningkatkan pelayanan ke depannya. Evaluasi juga saya terapkan pada diri saya untuk dapat menjalankan peran sesuai prioritas yaitu sebagai istri, ibu, anak dan sebagai makhluk sosial. Menjalani peran sesuai prioritas membantu saya lebih fokus dalam berbisnis karena tidak ada tumpang tindih antara peran yang satu dan lainnya.

Survei sebagai umpan balik pelanggan
sumber gambar : freepik

Saya Milenial, Saya Beruntung Hidup di Era Digital

Selera orang tua dan anak jaman sekarang sungguh sangat berbeda, biasanya orang tua (pengantin) akan memilih perias  senior yang masih memegang teguh tradisi (pakem) sebaliknya anak jaman sekarang (si pengantin)  lebih memilih perias yang mampu menyesuaikan keinginan pelanggan. Nah, di era digital ini saya sebagai perias sangat terbantu dalam mempromosikan usaha. Saya tidak bisa membayangkan jika harus membesarkan usaha tanpa bantuan akses digital, mungkin cara lama seperti pasang spanduk atau dikenal orang dari mulut ke mulut harus ditempuh sehingga usaha kita akan  lama berkembang. Di era digital kita dipermudah untuk promosi menggunakan media sosial, saya sendiri juga menggunakan media blog untuk memacu bisnis rias saya. Selain kemudahan promosi, era digital juga memudahkan saya dalam mencari produk kosmetik atau alat rias melalui pasar online yang memiliki banyak keuntungan salah satunya adalah harga yang lebih murah dan pilihan yang lebih bervariasi. Bersyukur dengan kemudahan - kemudahan tersebut dan berharap ke depannya lebih banyak inovasi di era digital yang dapat mendukung majunya bisnis di tanah air. Betapa beruntungnya saya terlahir sebagai milenial, generasi yang konon katanya akrab dengan dunia komunikasi, media dan teknologi digital.

Inovasi Bisnis di Era Digital, Ralali Tidak Terlupakan

Rasanya tidak perlu menunggu esok untuk menemukan inovasi bisnis di era digital karena saat ini ada ralali.com.  Ralali.com adalah sebuah marketplace yang memiliki keistimewaan dibandingkan dengan marketplace lain yaitu fokusnya sebagai  B2B marketplace (Business to Business), betul bahwa ralali telah banyak menghubungkan vendor dengan UMKM sehingga UMKM lebih mudah memulai dan mengembangkan bisnisnya. Bagaimana jika pembeli bukanlah sebuah UMKM? Kita tetap dapat berbelanja melalui ralali karena ralali menawarkan produk grosir dan retail sesuai kebutuhan konsumen. 

Infografis

Saya senang sekali karena ralali.com menyediakan alat-alat make up seperti kuas, sponge dan beberapa merek kosmetik yang dapat dibeli secara grosir, hal ini tentu sangat berarti bagi pemula bisnis seperti saya. Untuk beberapa produk yang tersedia dalam harga retail, saya merasa puas berbelanja di ralali.com karena harga yang ditawarkan sesuai kantong. Ralali.com juga memiliki aplikasi yang dapat diakses melalui smartphone, sehingga memudahkan kita dalam berbelanja dimanapun dan kapanpun.

Akses ralali.com melalui smartphone

Apa Saja yang Disediakan dan Mengapa Harus Ralali.com?

Ralali.com menyediakan banyak produk meliputi produk dan peralatan pertanian, otomotif, kesehatan, kecantikan, furnitur, mesin, bahan bangunan, HoReCa (Hotel, Restoran dan Café) kebutuhan perkantoran hingga jasa.

Selain harga grosir yang ditawarkan, ada beberapa alasan lainnya yang membuat kita percaya untuk belanja di ralali.com. Ralali.com dipercaya sebagai marketplace B2B terbesar di Indonesia dan digawangi oleh tim yang berpengalaman di bidangnya, ralali hadir dengan teknologi yang modern sehingga berbelaja menjadi lebih cepat, aman dan transparan. Dengan fokusnya sebagai marketplace B2B ralali adalah good partner dalam berbisnis yang senantiasa membantu pebisnis untuk memulai usaha dengan menyediakan barang-barang produksi yang dibutuhkan.

Ralali.com B2B marketplace


Ribet Ga Sih Belanja di Ralali.com?

Cara berbelanja di ralali ini sama dengan berbelanja di marketplace lainnya, kita tinggal mencari barang yang diinginkan, kemudian masukkan keranjang belanja, selanjutnya melakukan pembayaran dengan mengirim data alamat pengiriman dan bank pembayaran yang dikehendaki, secara otomatis ralali akan mengirimkan SMS maupun email mengenai jumlah yang harus dibayarkan dan nomor rekening bank pembayaran, selanjutnya lakukan konfirmasi pembayaran, mudah bukan? Dengan fokusnya sebagai marketplace B2B ralali juga menyediakan sebuah fitur yang bernama Ralali Quotation. Istimewanya Ralali Quotation ini adalah kita dapat melakukan request produk yang kita inginkan baik produk dengan spesifikasi khusus maupun produk kustomisasi. Selanjutnya para penjual terpercaya dari ralali akan memberikan penawaran harga terbaik, iya kita juga dapat memenuhi permintaan dari user lainnya di ralali.com asalkan barang dan harga yang kita tawarkan sesuai dengan permintaan.

Ralali Quotation

Kesimpulannya, ralali adalah distributor online dan pusat grosir online yang memudahkan penjual dan pembeli baik korporat maupun pribadi untuk berbisnis secara online.

Dunia sudah dalam genggaman dengan kemajuan teknologi digital, termasuk berbisnis. Sudah saatnya kita yang muda bangkit dengan mengandalkan segala sumber daya yang ada disertai keinginan untuk terus belajar dan berani menerima tantangan. Banyak jalan sudah dibukakan, seperti yang dilakukan oleh tim ralali.com dengan mengedepankan inovasi digital sehingga tersedia jembatan bagi kita untuk memulai bisnis. Yuk, saatnya bangkit untuk mewujudkan resolusi bisnis di tahun 2019, jangan sampai resolusi cuma jadi mimpi tanpa mau mencoba. Sukses sebelum 35, mengapa tidak? Gabung bersama ralali.com yuk!

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

GENAYU

GENAYU
You are beautiful. Enhance Yours