Penginapan dengan nuansa etnik di utara Yogyakarta

6:59 PM


Assalamualaikum

Lama banget nih hiatus ga nulis...apa kabar semua?

Medsos masih aktif, mengapa blognya hiatus Mbak? Ada aja kan yang tanya, maklum ya Bu-Ibu kalau Mamak yang satu ini belum dapat membagi waktu dengan baik. Ngedraft materi sih sudah, giliran mau posting nih yang belum komit, kadang kepentok di foto, kan tidak seru cerita-cerita tanpa dokumentasinya, ya kan? Nah, mumpung masih panas dari oven, kali ini saya akan cerita pengalaman main di Yogya. Simak terus ceritanya ya!

Yogya selalu istimewa

Empat tahun saya kuliah di Yogya, Yogya memberikan begitu banyak kenangan, pastinya tidak akan bisa dilupakan (terutama episode cinta di kampus biru ya). Saya sendiri sebenarnya masih ada keturunan Yogya dari Bapak, jadi tambah-tambah kan ga bisa lepas dari Yogya. Well, dulu tuh sempat eksplor Yogya sebentar setelah menikah, kemudian saya tinggal di Solo dan kebetulan kerja di Yogya, praktis waktu habis buat bolak-balik Solo- Yogya. Kadang pengen tuh ya, eksplor Yogya kembali apalagi sekarang banyak obyek wisata baru yang penuh spot-spot Instagramable. Kalau tidak meluangkan waktu, sepertinya tidak akan pernah eksplor-eksplor kan (kalah sama RT sebelah yang tiap minggu piknik mulu).

Yogya Istimewa (sumber : traveloka.com)

Mau kemana di Yogya, pantai? gunung? atau wisata kota-kota aja? Ada semua di Yogya, jadi bingung kan? Karena keseharian sudah sering lihat pemandangan kota yang ramai, pengen sekali pergi ke daerah yang tenang. Pantai atau gunung? Karena ini di musim pancaroba, kalau siang panas dan kadang hujan kami memutuskan untuk eksplor gunung saja, Kaliurang dan sekitarnya masih menjadi daya tarik tersendiri buat kami.

Cari Penginapan

Akhirnya kesampaian juga main ke Yogya, setelah sebulan yang lalu hunting kamar buat menginap. Sekarang kalau bepergian kan sudah bawa bocah nih, jadi faktor kenyamanan penting sekali untuk diperhatikan. Karena sekarang booking kamar hotel lebih mudah melalui aplikasi-aplikasi tertentu, kita manfaatkan lah ya. Saya sendiri punya tiga kriteria yang selalu menjadi dasar untuk memilih penginapan, yaitu sebagai berikut:

     1. Kebersihan

Kebersihan ini hal mutlak, maunya karena sudah mengeluarkan uang harus dapat kenyamanan yang maksimal kan. Biasanya kalau saya pesan melalui online, saya perhatikan betul testimoni pelanggan, baik kami kebersihan ruangan hingga kamar mandi. Nah, kalau sudah baca testimoni, biasanya saya bandingkan tuh testimoni pelanggan dari hotel yang sejenis. Hotel dengan testimoni pelanggan paling bagus biasanya yang akan memenangkan hati saya, hehehehe.

     2. Fasilitas

Untuk liburan keluarga sebenarnya saya tidak mematok fasilitas yang lengkap-lengkap betul. Cukup ada air hangat, sarapan dan ruangan standar (AC dan teman-temannya) sudah cukup, tidak perlu wifi-wifian segala...biar fokus mainnya. Sarapan menurut saya penting sih, karena kadang kalau kita berlibur ke daerah - daerah tertentu belum banyak bisa ditemukan orang berjualan makanan, jangankan pesan makanan online, kadang keluar penginapan saja masih sepi kalau di daerah tertentu.

     3. Family friendly environtment

Family friendly di sini lebih saya tekankan ke luasan ruangan dan tata letak furniture di dalamnya. Yang namanya bawa bocil (bocah cilik) pastinya dong mereka tidak akan diam begitu saja, pasti ada saja polah tingkahnya. Justru hal ini yang saya inginkan, benar-benar liburan, membiarkan mereka bergerak bebas sesukanya. Penginapan dengan luasan yang cukup akan mengoptimalkan suasana liburan khususnya anak-anak. Lingkungan penginapan yang bersahabat dengan anak juga mendukung optimalnya suasana liburan, seperti adanya taman bermain, kolam renang dan lainnya.

Omah Bungah, The Ethnically Cottage

Kalau di Yogya nih, penginapan dengan tiga syarat di atas gampang sekali ditemukan, buaaanyaaak, tinggal pilih sesuai selera. Nah, karena kami ingin wisata ke daerah gunung, sekalian saja kami ingin coba menginap di tempat yang asri dan banyak pemandangan alam. Kalau urusan milih-milih begini, Mas Bojo memang menyerahkan sepenuhnya ke saya, dianya ngikut aja. Saya tahu betul dong kesukaan dia yang dulunya anak Mapala, yang berbau alam-alam lah, hehehehe. Setelah survei di beberapa aplikasi online, pilihan saya tertuju pada OmahBungah, harga sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan. Tidak puas dengan testimoni di aplikasi, saya coba cari testi pelanggan lewat media sosial. Sepertinya memang banyak ulasan positif untuk OmahBungah ini.

Saat tiba,  sepertinya Yogya habis diguyur hujan, jadi tambah syahdu suasananya. Karena kami dari arah Solo dan OmahBungah ini ada di dekat kaliurang, akhirnya kami ambil rute lewat belakang candi Prambanan. Pas naik lewat Cangkringan, suasana sejuk langsung kami dapati, terlebih ketika sampai di Pakem. Bayangan kami, OmahBungah ini bakalan masih jauh lagi sehingga supaya anak-anak tidak rewel, kami tambah perbekalan makanan ringan, baru kami melanjutkan pencarian OmahBungah, God…., googlemaps memang sangat membantu.

Tidak lama dari pasar Pakem, sampai juga kami di OmahBungah. OmahBungah terletak di Desa Tanen, Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Nah, kalau kita naik lewat jalan kaliurang, dari Pakem naik terus hingga di Km 21, masuk sebelah kiri (dari arah Yogya) kurang lebih 500-600 meter untuk dapat menemukan OmahBungah. Ketika sampai, kami disambut oleh Pak Yadi, Beliau mengantarkan kami ke Omah Limasan. Jadi ada beberapa omah disini, ada yang tipe limasan dan panggung, dan lewat pemesanan online kami dapat Omah Limasan.
Pintu masuk OmahBungah
Omah Limasan by OmahBungah

Omah Lumbung Bawean by OmahBungah

Sore itu rumput masih basah, dan anak-anak tampak semangat bermain padahal hujan gerimis masih saja turun. Mereka memang sengaja membawa tembakan gelembung dari rumah. Bermain tanpa alas kaki tentu saja sangat menyenangkan, mereka bebas berlarian karena halaman OmahBungah ini sangat luas.
Halaman luas untuk bermain anak-anak
Kebun OmahBungah

Kami menaruh barang-barang kami yang tidak seberapa banyak, tidak terlalu lama kemudian kami melalukan room tour, addduhhhh… jadi pengen langsung meluk guling begitu melihat ranjangnya. Sementara anak-anak bermain di luar, kami masih sibuk mengamati keindahan desain omah limasan ini. Di omah limasan ini terdapat dua ranjang, satu ukuran King (180 x 200 cm) dan ranjang satunya lebih kecil, saya rasa juga ukuran Queen (160 x 180 cm) ya. Ada meja tamu di tengah yang ditata sangat apik, memadukan unsur Jawa dan Batak, iya saya lihat beberapa kain ulos di sini, ada juga tenun yang dipadupadankan dengan selimut berwarna putih.

Bagian dalam Omah Limasan 

Omah limasan ini terbagi dua, jadi untuk bagian belakangnya full kamar mandi. Kamar mandinya sangat unik, ada satu bath up besar yang bentuknya unik, ada juga shower seperti umumnya tetapi pandangan di sini sangat luas dan tidak tersekat-sekat oleh ruang. 

Bath up dan shower

Unsur tradisional sangat melekat di Omah Limasan ini. Setelah beberapa lama kami room tour, Pak Yadi menyapa dan menyuguhkan teh hangat, pas sekali menemani sore yang hujan (ada yang kurang ding, …kurang gorengannya, hehehehe).

Kalau jalan-jalan pasti sudah satu paket dengan yang namanya kulineran. Di OmahBungah ini, terdapat ruang makan yang unik karena dilengkapi dengan perpustakaan mini. Menu makanannya sebenarnya bervariasi, mulai dari nasi goreng, ayam goreng hingga sayuran seperti capcay, rupanya OmahBungah ini kerjasama dengan David Resto yang berada di dekatnya. Nah, karena sekalian jalan-jalan dan anak-anak belum ngantuk, kami putuskan makan di luar. Kami turun lagi ke arah pakem…ya sepanjang pakem sampai depan Kampus UII banyak sekali spot kuliner. Dulu sewaktu kuliah paling pol sampai depan kampus UII lanjut pasar Pakem, waktu itu motor tua mantan pacar (suami) tidak kuat untuk diajak nanjak ke Kaliurang, hehehehe.

Ruang Makan OmahBungah

Perpustakaan Mini

Setelah makan, si adek langsung deh tidur sehingga kami putuskan untuk kembali ke OmahBungah saja. Ya ampun sekembalinya ke OmahBungah suasananya sepi dan tetiba mata lengket mau ngantuk saja bawaanya. Ini mengingatkan situasi kampung halaman saya yang relatif sepi, biasanya sehabis isya’ sudah banyak rumah yang tutup. Kami pun tidur awal malam itu…mak lesss. Tahu-tahu sudah pagi saja, tidak ada adegan terbangun-terbangunnya, demikian juga anak-anak tidak ada rewel-rewelnya, alhamdulillah.

Pagi hari di OmahBungah

Pagi hari kami asik bermain di halaman Omah Limasan, Anak-anak berlarian hingga tiba waktunya sarapan. Menu yang tersaji kali ini ada nasi goreng dan sate, ditambah semangka dan mangga potong, dari aromanya sepertinya ini mangga harum manis..kebetulan saat ini sedang musim mangga. Selain air putih dan teh hangat juga disediakan air infusan di meja makan. 
Menu sarapan

Setelah makan, kami diantar melihat sekitar. Karena dari kemarin kami mendengar suara sapi (si adek suka sekali dengan hewan), akhirnya kami mencari sumber suara, tidak jauh dari OmahBungah terdapat kendang sapi milik penduduk. Kami diperbolehkan memberi makan sapi dengan kolonjono (rumput gajah), wah, anak-anak senang sekali. 

Memberi makan sapi penduduk

Kemudian kami lanjutkan dengan berjalan-jalan sepanjang rumah penduduk (ini modus membakar kalori), di kiri kanan tampak bunga-bunga indah bermekaran yang sayang kalau dilewatkan untuk difoto.

Jalan-jalan di sekitar OmahBungah


Sekitaran OmahBungah

Sekembalinya dari jalan-jalan sekitar OmahBungah, anak-anak mandi (tepatnya berenang) di bath up, sudah deh kalau  main air susah disuruh berhenti. Sementara itu, saya asik mendokumentasikan suasana asri OmahBungah dengan bunga-bunga cantik yang sedang bermekaran.

Taman OmahBungah

Bunga-bunga cantik di OmahBungah (tapak dara, aster, amarylis, parijoto)

Saking asik dan santainya berada di OmahBungah, kami hanya gulung-gulung santuy saja dan mager (malas gerak),  tahu-tahu jam menunjukkan pukul 10.00. Kami tidak ingin kesorean sampai Solo mengingat esoknya adalah hari kerja, sehingga kami persiapan check out. Oya, berbeda dengan hotel-hotel lainnya, di OmahBungah kita bisa check in jam 1 dan harus check out jam 11. Alhamdulillah, dapat kesempatan main ke Yogya, ketemu suasana sejuk dan asri, rasanya tercharge sudah semangat untuk kembali berkarya besok.

Kesimpulan

OmahBungah cocok sekali buat yang membutuhkan ketenangan, suasana dan fasilitasnya sangat mendukung. Kalau boleh ngasih saran sih, mungkin lebih ke menu sarapan agar tersaji dalam kondisi hangat (makanan utamanya). 9/10 adalah nilai yang saya berikan untuk OmahBungah ini. So, it’s so recommended ya

Demikian sedikit cerita saya mengenai jalan-jalan di Yogya dan menginap di OmahBungah, ketemu lagi ya di tulisan selanjutnya…

Salam.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

GENAYU

GENAYU
You are beautiful. Enhance Yours